~Sinopsis Novel~
Guys , berhubung Novel “Tuyet” ini udah jarang banget ya , so, I represent you ….
“Sinopsis Novel ‘TUYET’”! Enjoy Reading , guys !
p.s. berhubung ini tugas Bahasa Indonesia , bisa copy-paste kok . ;) That wasn’t mine . I’ve copied from “Perpustakaan Wilayah!”
Judul Novel : Tuyet
Pengarang : Rasuanto, Bur
Tahun terbit : 1978 ( cetakan pertama )
Tuyet
Bur Rasuanto
Alimin tiba-tiba kedatangan seorang tamu wanita misterius yang bernama Tuyet. Alasan Tuyet mendatangi Alimin, yaitu menanyakan apakah mungkin ada kiriman sesuatu dari Hebert teman Alimin kebangsaan Jerman untuk Tuyet. Namun ketika ditanyai Alimin, wartawan perang kebangsaan Indonesia ini, siapa sebenarnya Tuyet, Tuyet tidak bersedia menjelaskannya. Dan bahkan di mana Tuyet tinggal Tuyet tak bersedia memberitahukannya pada Alimin, dengan alasan demi keamanan Alimin sendiri selama di Saigon Vietnam. Waktu itu kiriman yang diharapakan Tuyet dari Hebert itu tidak ada.
Sejak itu , Tuyet sering datang kepada Alimin, dengan maksud yang selalu sama, yaitu menanyakan apakah sudah datang kiriman surat dari Hebert. Akibat sering ketemu itu, keduanya makin lama makin akrab. Walaupun makin akrab, tapi identitas siapa sebenarnya Tuyet, Alimin belum tahu. Melihat hubungan yang akrab antara Tuyet dan Alimin ini, rupanya membuat hati Nona Thi, pacar Alimin orang Vietnam menjadi cemburu. Namum kesalah-pahaman itu oleh Alimin dapat direda dengan jalan memberi penjelasan yang sungguh-sungguh bagaimana sebenarnya hubungannya dengan Tuyet.
Namun suatu kali, kedatangan Tuyet kerumah Alimin berbeda kejadiannya dengan kunjungan-kunjugan sebelumnya. Alimin terkejut, karena ketika Tuyet masuk kamar ALimin, Tuyet langsung menanggalkan pakaiannya, sehingga gairah laki-laki Alimin bangkit. Akan tetapi, ketika nafsu Alimin sudah hampir mencapai puncaknya, Tuyet menahannya, sambil berkata bahwa dia bersedia menyerahkan kesuciannya pada Alimin waktu itu juga asalkan Alimin bersedia menyerahkan uangnya pada Tuyet. Mendengar itu Alimin menjadi marah. Dia anggap Tuyet adalah perempuan murahan sebenarnya. Tuyet dia tampar, sampai Tuyet menangis. Habis ditampar, dengan segala kesedihannya, Tuyet menceritakan apa dan siapa dia sebenarnya kepada Alimin. Tuyet menjelaskan kenapa semua itu dia lakukan. Dia melakukan semuanya itu karena dia hendak mengumpulkan uang untuk menebus ayahnya yang sedang ditahan oleh rejim militer yang berkuasa. Sang pemimpin yang menahan ayahnya Tuyet itu bersedia membebaskan ayahnya Tuyet, yaitu apabila Tuyet bersedia memberinya sejumlah uang dan bersedia menyerahkan keperawanannya kepada sang pemimpin. Sedangkan kenapa kesuciannya hendak dia serahkan kepada Alimin, sebab dia lebih rela menyerahkannya kepada Alimin yang sudah dipercayainya dari pada menyerahkannya pada si perwira militer yang bajingan itu.
Tuyet menceritakan juga kenapa ayahnya ditangka. Menurut cerita Tuyet, ayahnya adalah seorang guru yang mengajar pada sebuah sekolah di Saigon. Suatu ketika ayahnya memprotes tindakan oara guru sekolahnya itu yang menaikkan seorang anak yang menurut ayahnya tidak pantas untuk bisa naik kelas. Rupanya si anak tersebut adalah seorang anak perwira militer dalam rejim yang berkuasa. Akibatnya aya Tuyet ditangkap karena masalah si anak tersebut.
Mendengar cerita Tuyet itu, Alimin luluh juga hatinya. Rasa marahnya terhadap Tuyet akibat perbuatan Tuyet padanya hilang dari hatinya. Malah sebaliknya, Alimin berjanji dan bertekad hendak membentu Tuyet dalam memecahkan masalah ayahnya tersebut. Janji Alimin untuk membantu Tuyet tidak hanya sekedar janji, itu semua memang dia laksanakan. Dia pinjam uang kemana-mana. Dia juga berusaha minta bantuan kepada irang tuan Nona Thi, yang kebetulan termasuk orang yang berpengaruh dalam pemerintahan rejim militer yang sedang berusaha. Dia sempat bernegosiasi dengan orang tua Nona Thi, namun tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Dengan segala kegigihannya, Alimin berhasil mengumpulkan uang yang dibuthkan Tuyet. Dan bebarengan dengan itu pula, kiriman surat dan dan uang dari Hebert datang. Namun ketika dia hendak menyerahkan uang itu pada Tuyet, ia tidak berhasil bertemu Tuyet. Dia hanya mendapat sepucuk surat yang ditulis Tuyet sendiri. Betapa sedihnya hati Alimin. Dalam surat itu, Tuyet mengabarkan bahwa dengan terpaksa dia menyerahkan kesuciannya pada sang komandan yang bertanggung jawab pada penahanan ayahnya itu. Rupanya sang komandan tidak membutuhkan uang seperti yang diceritakannya pada Alimin, akan tetapi hanya butuh keperawanan si Tuyet saja. Ayahnya dibebaskan berkat pengorbanan barang yang paling berharga yang dimiliki Tuyet; kesuciannya. Sekarang Tuyet sedang berjuang mencari pekerjaan dalam bidang yang sesuai dengan kemampuannya. Dia sedang berjuang untuk memulai suatu kehidupan baru; kebebasan berbuat dan berusaha hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar